Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Pojok Kopi

Gambar
source : Banyumas24jam  "Pie, sudah kamu putuskan?" tanya Laksa, rekan sebaya gadis malang itu sambil meminum kopi hitam yang dipesannya. "Prolog saja belum, kok kamu sudah masuk ke pertanyaan intinya. Gak paham aku" ujar gadis malang itu yang selalu sibuk dengan laptopnya. entah apa yang ia sibukkan. "Perjalananmu. Sudah kamu putuskan, perjalanan mana yang ingin kamu lalui?"  Laksa menutup laptop yang sedari tadi menarik fokus dari gadis malang itu, lalu menatap lekat pada gadis malang itu. berharap mendapat jawaban yang ia ingin dengar dari rekan seperjuangannya yang sekarang sama-sama sudah pada titik terakhir. Hanya saja, alasan terbesar mengapa Laksa berada pada titik ini karena ia tidak bisa mengerjakan dua hal sekaligus. Tentunya sama tapi tak serupa dengan gadis malang ini.  "Kalau pertanyaanmu begitu, selayaknya mahasiswa normal pada umumnya, tentunya sudah jelas, kan? aku menyelesaikan apa yang seharusnya aku akhiri. Persetan dengan perjalan...

Gadis Malang

 "gadis seperti dirimu, tentu saja punya masa depan cerah. tidak terlintas dipikiran kami, bahwa gadis sepertimu akan berakhir menjadi yang terakhir di antara yang lainnya" begitu kata mereka. "ku harap juga begitu. Doakan saja semoga aku tidak menyesal karena mengambil keputusan ini" ucap gadis itu dengan senyum yang sangat lebar dan bahagia.  Setelah mereka pergi, ia bersandar pada tembok kampus yang merekam semua jejak perjalanannya.  "Perjalanan macam apa ini? mengorbankan diri, menusuk duri, lalu berada di depan membentengi diri untuk yang orang lain, untuk apa?. Meninggalkan sejenak perjalanan yang seharusnya kamu tempuh bahkan sudah selesai dengan itu. Namun, kamu memilih meninggalkannya sejenak demi perjalanan yang bahkan belum kamu mulai saja sudah terluka. Ibarat kata, kamu perang saja belum, tapi mati sudah. Gadis bodoh".  "Melakukan hal senekat ini di negeri orang, merugikan diri sendiri dan sanak saudara. Memang, ada yang lebih malang nas...

Balada Setangkai Mawar

Gambar
  catatan balada si setangkai mawar.  indah namun berduri. ia tau bahwa seindah apapun kelopaknya, orang-orang yang membencinya akan berfokus pada durinya yang menyakitkan.   setajam apapun duri yang dimiliki setangkai mawar, orang-orang yang menyukai mawar tersebut tidak akan pernah berpaling hanya karena durinya yang tajam.  balada setangkai mawar :  baik orang-orang suka atau tidak dengan mawar itu, sudah tentu orang-orang akan tetap menggunakan mawar dalam kehidupan sehari harinya untuk mencapai tujuannya.  sudah dihina, diperas pula manfaatnya..🌹